SELAMAT DATANG DI GALLERY ANAK SUMEDANG

ASSALAMMUALAIKUM.Wr.Wb
Selamat datang di gallery anak sumedang, kami harap tidak lupa untuk memberi komentar di stiap posting kami sehingga anda turut berpartisipasi dalam blog kami ini dan gunakanlah blog ini dengan bijak.

by: Anak Sumedang
Tuesday, June 28, 2011

Listrik

 A.     LISTRIK MENGALIR
1.      Arus listrik dan sumber tegangan listrik
Kuat arus listrik : jumlah muatan listrik yang mengalir melalui suatu penampang kawat setiap satuan waktu.

Q : muatan listrik (C)
T : waktu (s)
I : kuat arus listrik rata-rata (A)
1 ampere = 1 coulomb/sekon, atau 1 coulomb = 1 amperesekon = 1 As
Sumber tegangan listrik dapat dibedakan menjadi : elemen primer dan elemen sekunder.
Elemen primer adalah elemen yang tidak dapat dimuati (diisi muatan) lagi. Contoh : batu batere, elemen Volta.
Elemen sekunder adalah elemen yang dapat dimuati (diisi muatan) lagi. Contoh : accumulator atau aki.
Proses pengosongan aki, terjadi perubahan energi dari energi kimia menjadi energi listrik.
Proses pengisian aki, terjadi proses perubahan energi dari energi listrik menjadi energi kimia.

Kemampuan aki menyimpan muatan sering dinyatakan dalam satuan Ah (=amperehour). Misal aki 12 V 50 Ah, artinya tegangan sumber 12 volt, muatan yang tersimpan, Q = 50 Ah = 50 amperehour = 50 ampere x 3600 sekon = 180 000 ampere sekon = 180 000 coulomb.
2.      Kuat arus listrik dalam suatu rangkaian
Dalam rangkaian tertutup tak bercabang, besarnya kuat arus listrik dimana-mana sama.


3.      Hukum Ohm dan Hambatan listrik
Jika resistor dengan resistansi (hambatan) R dialiri arus listrik I, maka beda potensial antara ujung-ujung hambatan V adalah :

(Hukum Ohm)

Catatan : dalam persamaan ini besaran yang saling bergantung adalah V dan I . Nilai hambatan R  pada persamaan ini adalah konstan.
Nilai hambatan R suatu kawat penghantar  :
·         berbanding lurus dengan panjang kawat penghantar (L)
·         berbanding terbalik dengan luas penampang (A)
·         bergantung pada jenis bahan atau hambat jenis bahan (p)


Dapat diungkapkan : R=pL/A
Hambatan suatu resistor dapat ditentukan dengan percobaan hukum Ohm.
Voltmeter dalam rangkaian harus dipasang secara paralel terhadap resistor, sedangkan ammeter dalamrangkaian harus dipasang secara seri terhadap resistor.
Ada dua macam cara pemasangan ammeter dan voltmeter dalam rangkaian percobaan hukum Ohm yaitu :


·         ammeter  (A) benar-benar mengukur arus listrik yang melalui resistor
·         voltmeter (V) tidak mengukur beda potensial antara ujung-ujung ujung-ujung resistor
·         Cocok untuk ammeter yang hambatan dalamnya jauh lebih kecil dari hambatan resistor R
·         ammeter  (A) tidak mengukur arus listrik yang melalui resistor
·         voltmeter (V) benar-benar mengukur beda potensial antara ujung-ujung ujung-ujung resistor
·         Cocok untuk voltmeter yang hambatan dalamnya jauh lebih besar dari hambatan resistor R

4.      Hukum I Kirchhoff
Jumlah arus yang masuk ke titik percabangan = jumlah aru yang meninggalkan titikpercabangan
5.      Hambatan seri dan paralel
               Rangkaian hambatan seri :
Rangkaian hambatan paralel : 
6.      Hukum Ohm untuk rangkaian tertutup

ENERGI DAN DAYA LISTRIK

1.      Energi listrik
Beda potensial listrik antara dua titik didefinisikan sebagai usaha untuk memindahkan satu satuan muatan uji dari titik yang satu ke titik yang lain di dalam medan listrik.
Beda potensial listrik = uasaha / muatan  atau :  


Dari persamaan (1), maka energi listrik dapat dinyatakan :
W = VQ
Karena muatan listrik Q = lt , maka :
W = Vlt 
Karena V = RI , maka :
W = I2 Rt              note:(I2 adalah I kuadrat)
Juga karena I = V/R , maka :
W= V2 /R.t/1         note:(V2 adalah V kuadrat)
W : Usaha listrik atau energi listrik (J)
Q : Muatan listrik (C)
V : beda potensial listrik (J/C) atau (volt) atau (V)
I : kuat arus listrik (A)
R : hambatan listrik (Ω)
t : waktu (s)
8. Daya listrik
Daya listrik didefinisikan sebagai : energi listrik persatuan waktu, atau :
Daya listrik = energi listrik / Waktu atau :
P = W / t 
P = VI
P = I2 R                  note : ( I2 adalah I kuadrat )
P = V2 / R               note : ( V2 adalah V kuadrat )
P : daya listrik (J/s) atau (watt) atau (W)
Untuk keperluan teknik dan praktis, satuan daya sering dinyatakan dalam satuan kilowatt atau kW, dan satuan waktu dalam jam atau “hour”. Sehingga satuan energi listrik adalah : kWh.
W = Pt
kWh = kW x hour
1 kWh = 1 kW x 1 h = 1000 watt x 3600 s = 3,6 x6 watt sekon = 3,6 x 106 joule

0 comments:

Popular Posts

Labels

Powered by Blogger.

Followers

About Me

adan
saya begini adanya...dan bersyukur atas nikmat sang kuasa yg telah diberikannya
View my complete profile

Facebook